Penyakit jantung tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalaminya, baik sejak lahir maupun akibat kondisi kesehatan tertentu yang berlangsung lama.
1. Penyakit Jantung Kongenital (Bawaan)
Penyakit jantung kongenital adalah kelainan struktur jantung sejak lahir akibat perkembangan janin yang tidak sempurna. Menurut IDAI, kondisi ini terjadi pada 7–8 dari 1.000 bayi baru lahir.
Kelainan yang sering ditemukan meliputi:
- Kebocoran sekat jantung
- Penyempitan katup atau pembuluh darah
- Kelainan kompleks seperti Tetralogi Fallot
Penyakit ini terbagi menjadi:
- Sianotik (biru): menyebabkan kebiruan pada bibir dan kulit akibat kurang oksigen
- Non-sianotik: tidak menyebabkan kebiruan, tetapi menimbulkan gejala gagal jantung seperti sesak napas dan gangguan pertumbuhan
Faktor risiko meliputi genetik, infeksi saat hamil, diabetes, paparan rokok, dan kelainan genetik.
2. Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah penumpukan plak lemak dan kolesterol di pembuluh darah. Meski jarang terjadi pada anak, risikonya meningkat pada anak dengan:
- Obesitas
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
Kondisi ini sering tidak bergejala dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di usia dewasa.
3. Aritmia
Aritmia adalah gangguan irama jantung yang membuat jantung berdetak terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur. Jenisnya meliputi:
- Bradikardia
- Detak jantung prematur
- Aritmia supraventrikular
- Aritmia ventrikular
Risiko aritmia dipengaruhi oleh faktor genetik, kondisi kehamilan ibu, paparan polusi, dan lingkungan. Pemeriksaan biasanya meliputi evaluasi fisik dan tes lanjutan seperti EKG atau tes darah.
4. Penyakit Kawasaki
Kawasaki adalah penyakit langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah dan sering menyerang bayi serta anak kecil. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kelainan jantung pada anak, terutama di Asia Timur.
Gejala awal meliputi:
- Demam tinggi >5 hari
- Mata merah, bibir pecah-pecah
- Bengkak pada tangan dan kaki
- Anak rewel


